MENGULAS SECUIL PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA YANG PENUH MAKNA TENTANG PENDIDIKAN
(Penulis : Rian Fauziah, S.Pd Mahasiswi S2 Teknologi Pendidikan Universitas PGRI Adibuana Surabaya)
“Menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia ataupun masyarakat”
Ki Hajar Dewantara mengibaratkan peran pendidik sebagai seorang petani atau tukang kebun. Anak-anak seperti biji tumbuhan yang disemai dan ditanam oleh petani. Dalam proses "menuntun" pendidik sebagai "pamong" agar anak tidak kehilangan arah. Seorang pamong memberi tuntunan agar anak menemukan kemerdekaan dalam belajar.
Guru berarti digugu dan ditiru. Ucapan dari seorang guru biasanya dipatuhi oleh murid-muridnya, dan gerak gerik/ tingkah laku guru menjadi perhatian murid-muridnya, bahkan ditirunya. Dalam hal ini guru dituntut berperilaku yang baik, karena dia menjadi role model (teladan) bagi murid-muridnya.
Selain itu guru juga dituntut mempunyai wawasan yang luas dan keterampilan yang mumpuni agar mampu mendidik murid-muridnya.
Pemikiran Ki hajar tersebut menyiratkan fungsi guru yang esensial yakni sebagai penuntun. Penuntun bagi kodrat alam yang sudah dimilikinya sejak lahir berupa bakat dan kondisi dimana ia dilahirkan. seorang anak harus diajarkan sesuai dengan kodrat alam dimana ia tinggal dan dibesarkan.
Pendidikan yang memperhatikan konteks sosial budaya seperti itu diyakini akan lebih membahagiakan si anak. Terkait dengan situasi pendidikan saat ini pemikiran Ki hajar rasanya sangat sesuai terlebih mengingat Indonesia merupakan negara yang majemuk, beragam dan terpisah oleh pulau-pulau.
Masih menurut Ki Hajar kedudukan sebagai penuntun menuntut guru harus menjadi contoh saat berada didepan (tut Wuri handayani). Untuk itu guru diharapkan belajar lebih dari murid agar murid bisa meneladani si guru.
Proses belajar guru sebagai penuntun agar ia bisa menyesuaikan diri dengan kodrat zaman yang oleh Ki hajar aspek penting dalam keberhasilan pendidikan. Zaman berubah, situasi berubah menghadapi siswa juga harus berubah.
Guru dituntut untuk ikut mempelajar dan mengetahui yang diketahui oleh generasi yang dihadapinya. istilahnya jangan sampai guru gaptek, gagap teknologi.
Berangkat dari tujuan pendidikan yang sampaikan oleh Ki Hajar diatas dapat pula kita simpulkan bahwa pendidikan hendaknya mampu mencetak generasi yang tidak saja pintar, berilmu melainkan juga peduli pada lingkungan masyarakatnya.
Masyarakat menjadi tempat kembali murid yang telah didik guru disekolah. untuk itu guru harus mampu juga membelakli murid-muridnya untuk kembali hidup dimasyarakat.
Pendidikan budi perkerti hal penting sebagai bekal murid karena nilai manusia terletak pada budi pekertinya tersebut.
TIMOR LESTE- Spektrum-nasional.com || Dari semua indera yang dimiliki oleh manusia, indera penglihatan atau mata tampaknya adalah indera yang paling berkembang.
Ume Kbubu (Rumah Bulat) merupakan suatu konstruksi bangunan yang berbentuk bulat yang berfungsi sebagai tempat tinggal suatu keluarga, sehingga Ume Kbubu (Rumah Bulat) merupakan pusat kehidupan dan kekerabatan suatu kaum keluarga. Dalam masyarakat tr