Spektrumnasional.com, Sukabumi || Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi didominasi oleh dataran rendah di kawasan pesisir hingga perbukitan dan lereng bukit di bagian daratan yang lebih tinggi sehingga memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pariwisata berbasis alam.
Desa Cikakak dinilai memiliki kekayaan potensi alam yang cukup lengkap dengan karakteristik geografis yang unik. Secara topografi, wilayah ini merupakan perpaduan antara dataran rendah pesisir dan lereng atau punggung bukit. Ketinggian wilayahnya tergolong rendah, dengan beberapa titik berada di kisaran 39 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi tanah di wilayah ini umumnya berupa tanah mineral, dengan karakter berbatu di beberapa area perbukitan.
Kendati demikian, wilayah perbukitan di Sukabumi Selatan, termasuk Cikakak, memiliki kerentanan terhadap pergerakan tanah sehingga pengelolaan dan konservasi lahan menjadi hal penting dalam pembangunan desa. Kondisi geografis tersebut justru menjadi kekuatan utama desa jika dikelola secara tepat dan berkelanjutan. Desa Cikakak memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari wilayah pesisir hingga perbukitan.
Sebuah potensi besar yang dapat dikembangkan secara terpadu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Di sektor pertanian, Desa Cikakak dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi agro-wisata yang menjanjikan, terutama di bidang perkebunan durian.
Kontur perbukitan yang dimiliki sangat cocok untuk pengembangan durian unggulan, seperti Durian Montong, Musang King, Matahari, dan Duri Hitam. Komoditas ini berpotensi menjadi ikon pertanian sekaligus daya tarik wisata berbasis perkebunan.
Selain durian, berbagai tanaman hortikultura juga cocok dikembangkan di Desa Cikakak, seperti kelapa kopyor, manggis dan pepaya yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi. Tanaman buah lainnya seperti alpukat, petai, nangka, dan sawo juga sesuai dengan kondisi tanah dan iklim tropis basah di wilayah tersebut.
Sementara, tanaman pangan dan palawija, jagung menjadi salah satu komoditas yang berkembang pesat dan bahkan telah diarahkan sebagai bagian dari konsep agro-wisata. Selain itu, kacang tanah serta ubi kayu dan ubi jalar juga cocok dibudidayakan pada lahan tegalan atau daratan kering.
Adapun sektor persawahan yang masih cukup luas, dengan luasan area sawah di Kecamatan Cikakak mencapai kurang lebih 2.966 hektare. Sebagai upaya menjaga kestabilan lahan di wilayah perbukitan, tanaman industri dan kehutanan seperti bambu dan mahoni memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Selain bernilai ekonomi, tanaman tersebut juga berfungsi sebagai penguat lereng dan pencegah erosi.
Di sektor perikanan, Desa Cikakak memiliki potensi pengembangan perikanan ikan air tawar, seperti melalui kolam budidaya milik warga dan pemanfaatan sumber air yang tersedia dan menjadi salah satu sektor pendukung ketahanan pangan desa sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Untuk sektor pariwisata yang menjadi potensi unggulan Desa Cikakak, yakni sejumlah destinasi wisata alam pesisir dan air terjun yang masih alami, di antaranya Pantai Cempaka Ratu, Pantai Kamboja, Pantai Kumala, Pantai Kadaka, Pantai Batu Karut, Curug Indra, dan Curug Kembar. Keindahan alam yang ditawarkan menjadikan kawasan ini cocok untuk wisata keluarga, wisata petualangan, hingga wisata healing. (Lison/SN)
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Sukabumi Tahun 2027
Rapat Paripurna ke-2 DPRD Kabupaten Sukabumi Tahun Sidang 2026
Berbagai Potensi Unggulan Desa Cikakak di Kabupaten Sukabumi